«

»

ULAT JATI & UNGKRUNG: Nikmat, Gurih, dan Menantang Nyali

image

Hujan berkah bagi siapa saja yang mensyukurinya. Jika Santap Mania sewot ketika hujan hadir dan merusak acara pesta ulang tahun atau agenda lainnya, selaiknya kita simak kisah menarik ini.

PARA PEMBURU ENTUNG

Hutan jati di Kawasan Grogol I, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul usai hujan reda pasti ramai oleh para pemburu ulat jati atau entung dan ungkrung yaitu kepompong. Mereka membawa kantung plastik, berjongkok, dan memunguti daun daun jati berwarna cokelat tua yang jatuh di tanah.

image

Di situlah ulat jati dan ungkrung kerap ditemui untuk diolah jadi santapan unik nan lezat. Tampak beberapa pemburu mendapati ulat berwarna hitam berukuran sekira tiga senti dengan bulu bulu yang bikin ngilu dan geli. Sesampai rumah, ulat dan ungkrung direbus dengan campuran arang agar mereduksi kadar racun sehingga tidak memicu alergi. Cara lain menikmati ulat jati dan ungkrung yaitu dengan membacemnya dan menyajikannya bersama nasi tiwul hangat. Rasanya luar biasa apalagi seluruh keluarga menikmatinya.

Harga per kilo yang mencapai 70.000 jadi berkah tersendiri bagi pemburu ulat jati dan ungkrung. Mereka menyebut hiburan yang menghasilkan uang. Tertarik mencoba kuliner Jogja yang unik ini?

Salam wisata kuliner Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>