«

»

TAMAN SARI: Meresapi Detail Panorama Pemandian Puteri Puteri Keraton

tamansari

Kolam air Tamansari tahun 1920an
sumber: http://media-kitlv.nl

Duduk di Menara Taman Sari seolah pikiran Redaksi Santap Jogja terisap ke masa lalu ketika para puteri Keraton Jogja bercanda ria di kolam pemandian. Kecipak air dari kaki kaki jenjang, kulit bersih mulus yang mengilat oleh sinar mentari, dan gerai rambut para puteri yang molek tertangkap jelas dalam ruang imaji. Taman Sari yang asri dalam mozaik arsitektur bangunannya yang megah kombinasi Jawa dan Tiongkok membuat Anda takjub dan betah bermain di objek wisata Andalan Kota Jogja ini. Di sini, tampak jelas jika Taman Sari menyimpang segudang kisah yang layak Redaksi ceritakan pada Santap Mania.

sumber: http://media-kitlv.nl

sumber: http://media-kitlv.nl

SAMBUTAN MANIS MULAI dari GERBANG

Sedari awal memasuki gerbang Taman Sari, dikenal pula sebagai Istana Air, ornamen menyerupai mahkota raja dengan ukiran batik khas Negeri Tiongkok seakan sihir kuat menarik kuat untuk Redaksi menjelajah taman indah ini. Berbekal tiket yang sangat murah Rp. 3.000 dan jika membawa kamera akan dikenai tambahan seribu rupiah, Redaksi bersemangat untuk masuk ke Taman Sari yang terletak di lingkungan Keraton tepatnya pada arah Barat-Selatan keraton atau Selatan Pasar Ngasem. Bagi Santap Mania yang ingin memakai jasa seorang pemandu agar informasi aktual Taman Sari Anda dapatkan, siapkan uang tarif yang disepakati bersama sekira Rp. 25.000 sampai Rp. 50.000.

SEPINTAS tentang TAMAN SARI

Pemandu wisata amat fasih menceritakan semua hal tentang Taman Sari. Berawal dari kali pertama Sultan Hamengku Buwono I membangun istana indah ini pada 1758. Luas lahan Taman Sari 10 hektar dengan 57 bangunan berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan beserta pulau buatan, dan lorong bawah air.

Perjalanan wisata Redaksi Santap Jogja ke Taman Sari berlanjut dengan cerita tentang bagian bagian yang menakjubkan baik dari seni maupun filosofinya.

1. Bagian Sakral
Ruangan ini terletak menyendiri berfungsi sebagai pertapaan Sultan dan keluarganya.

2. Bagian Kolam Permandian.
Terdiri dari dua buah kolam yang terpisahkan oleh bangunan bertingkat, bagian ini untuk keluarga Sultan bersenang senang. Bangunan ini sangat menarik karena air kolam memancar dari mulut binatang.

3. Bagian Pulau Kenanga.
Di sini, ada Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti, Sumur Gumuling, dan Lorong lorong Bawah Tanah.

AKSES ke TAMAN SARI

Jika Santap Mania menginginkan tantangan yang lebih, menujulah ke Taman Sari dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit. Becak pun tersedia jika Anda menyukainya dan mendapat obrolan ramah dari tukang becaknya.

Banyak akses masuk ke Taman Sari yaitu jalan kecil di Kampung Taman atau lewat Gerbang Timur dengan kenyamanan fasilitas parkir yang luas dan nyaman.

Redaksi Santap Jogja sangat merekomendasikan tempat ini karena artikel ini masih sekelumit dari banyak hal yang bisa diceritakan dari Taman Sari sebagai Istana Air yang memukau di masa lalu dan tetap terjaga keindahannya hingga sekarang.

Salam wisata dan santap kuliner Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>