«

»

STASIUN TUGU JOGJA: Peninggalan Kolonial Belanda yang Megah

 

Stasiun Tugu tahun 1935 Sumber: http://media-kitlv.nl

Stasiun Tugu tahun 1935
Sumber: http://media-kitlv.nl

Bagi para pecinta kereta api, stasiun adalah kisah yang tak pernah habis untuk diperbincangkan. Stasiun, kereta, rel, pengasong, penumpang, petugas dengan peluit dan topinya, bisa menjadi cerita klasik yang megah. Memori demi memori terjalin sama dengan panjangnya rel kereta api yang menghubungkan antar kota. Stasiun Tugu Jogja punya cerita di santap Jogja ini.

STASIUN RAKYAT

Apa jadinya jika Pulau Jawa dengan hasil alamnya tak memiliki jalur kereta api? Bagaimana pula Sumatera yang kaya akan hasil tambang menyalurkan ke warganya di tempat terpencil tanpa kereta api? Mustahil ekonomi Nusantara berkembang tanpa peran perkereta-apian.

Kereta salah satu moda transportasi masif yang punya fungsi vital bagi kelangsungan hidup Nusantara. Pergerakan manusia dan barang bisa dilakukan dengan adanya kereta api. Roda bisnis meluncur deras yang meningkatkan harkat martabat kemanusiaan.

Stasiun Tugu Jogja merupakan rangkaian proyek besar Pemerintah Kolonial Belanda di Pulau Jawa yang melimpah hasil bumi mulai perkebunan dan pertaniannya. Pada 17 Juni 1864, Gubernur Jenderal Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van Beele meletakkan batu pertama pembangunan rel kereta api di Pulau Jawa. Jalur tersebut dikelola oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, Perusahaan Perkeretaapian Hindia Belanda, yang beroperasi mulai 10 Agustus 1867 dengan hubungan jalur Kota Semarang dan Tanggung,Surakarta.

Perkembangan kereta api semakin pesat dengan sang gubernur meneruskan pembangunan jalur kereta sepanjang 166 kilometer ke arah Kota Jogja. Stasiun Lempuyangan yang pertama kali dibangun dan beroperasi pada 2 Maret 1872 sedangkan Stasiun Tugu mulai digunakan pada 2 Mei 1887.

Awalnya, Stasiun Tugu sangat kecil dengan pelayanan tidak seberapa dibanding stasiun kereta di kota lain di Nusantara. Namun kini Stasiun Tugu menjelma sebuah stasiun besar yang nyaman, bersih, dan pelayanannya memuaskan yang mengantarkan para penumpang ke berbagai kota. Stasiun Tugu adalah stasiun rakyat yang membanggakan Kota Jogja.

Tugu

ARSITEKTUR KHAS dan KULINER JOGJA

Pengaruh Kolonial Belanda terhadap arsitektur Stasiun Tugu sangat kentara dengan pilar pilarnya yang besar dan kukuh, gaya barok Belandanya juga kental terlihat. Redaksi Santap Mania setelah mencermati foto Stasiun Tugu zaman dahulu dan sekarang tidak berbeda jauh dan tetap terjaga dan terawat keutuhannya.

Mengunjungi Stasiun Tugu sama saja berwisata ke masa lampau. Anda bisa mengenali sejarah salah satu sisi Kota Jogja lewat transportasinya. Letaknya yang strategis di dekat Malioboro membuat Stasiun Tugu tak boleh Anda lewatkan.

Jangan lupa untuk menikmati kuliner Jogja di sekitar Stasiun Tugu:
– Angkringan Lik Man
– Angkringan Kedaulatan Rakyat
– Kuliner Jogja lesehan di Jalan Malioboro
– Gudeg Tugu
– dan masih banyak lagi

Tunggu apa lagi, Santap Mania? Mari kita buru kuliner Jogja mulai dari Stasiun Tugu!

Salam wisata dan santap kuliner Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>