«

»

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX: Raja Mataram yang Jago Memasak

Kraton3 Sultan HB IX
Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang ada di Keraton Jogja merekam sejarah lengkap dari seorang raja yang adiluhung dan punya banyak prestasi. Redaksi Santap Jogja pada liburan ini mengajak Santap Mania untuk menjelajah dan menimba ilmu dari salah satu raja terpenting di Tanah Mataram yang juga pencetus berdirinya NKRI dan pernah jadi Wakil Presiden dan dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.Inilah sepenggal pengamatan langsung dari Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang oleh Redaksi Santap Jogja menobatkannya sebagai salah satu tempat belajar paling berisi pesan moral mendalam.Kraton4 Museum HB IX
RAJA BERPRESTASI CEMERLANGPagi ini Keraton Jogja cerah dengan keriuhan dari para wisatawan yang ingin menikmati peninggalan sejarah yang sampai kini langgeng yaitu Keraton Jogja. Tempat bermukimnya raja, keluarga, dan abdi dalemnya ini terus mempertahankan dan mengembangkan budaya Jawa Jogja hingga tak tergerus oleh menderunya budaya Barat. Jogja dengan segala keunggulannya menarik minat siapa saja untuk belajar dan berkaca kembali ke jati diri bangsa sendiri. Di keraton inilah kita semua yakin jika kebanggaan akan budaya milik bangsa ialah mutlak dan tidak ada kompromi.Redaksi Santap Jogja pun melakukan perjalanan wisata ke kompleks Keraton Jogja dan memilih Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai tujuan utama. Di sini, Santap Mania akan mendapatkan berbagai peninggalan sang raja yang di antaranya berupa:
– meja tulis
– cendera mata
– foto foto Sri Sultan IX dari kecil, aktivitas belajarnya di Belanda, penobatannya, dan aneka kegiatan lain.
– penghargaan berupa medali, bintang tanda jasa, surat keputusan RI yang meneguhkan Sri Sultan IX sebagai Pahlawan Nasional.
– Koleksi mobil dan baju
Kraton5
Lukisan sewaktu prosesi sunatan

Lukisan sewaktu prosesi sunatan

JAGO MEMASAK
Sri Sultan Hamengku Buwono IX lahir pada 12 April 1912 di Jogja dengan nama asli ” Gusti Raden Mas Dorodjatun” merupakan raja panutan seluruh warga Jogja dan siapa yang peduli dan paham tentang sepak terjangnya di Nusantara. Sifat mengayominya pada rakyat tak terelakkan lagi seperti tak menyetujui warganya untuk direkrut pada zaman Romusha dan mengarahkan mereka ke proyek pembangunan jaringan irigasi Selokan Mataram. Selain itu, Sultan IX juga tak haus kekuasaan meski pada era kemerdekaan ia punya peluang untuk memimpin negeri seperti tertayang pada buku “Tahta untuk Rakyat”. Sultan IX pantas dijadikan idola semua rakyat Nusantara.Di antara kemegahan pribadi Sri Sultan Hamengku Buwono IX, ternyata raja ini jago memasak dan menggemari kuliner Jogja. Di Museum Sri Sultan IX ini, tertampil bumbu bumbu dapur peninggalannya. Sang raja ini memang dikenal sebagai raja yang sangat menyukai menu olahan tradisional. Meski ia pernah mencecap budaya Belanda lama, Sultan IX tak meninggalkan jati diri Kejawaannya.Kuliner Jogja yang tercatat sebagai favorit Sri Sultan IX ialah bebek suwar suwir,gudeg manggar, dan bendul yang terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dipanggang. Jika Santap Mania ingin merasakan kedua menu kesukaan Sultan IX, sila Anda merasakannya di Restoran Bale Raos di Jalan Magangan Kulon 1 tepatnya di halaman belakang Keraton.
bumbu masakCATATAN HIDUP dari MUSEUM”Walaupun saya telah mengenyam pendidikan barat yang sebenarnya, namun pertama tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa.’Ungkapan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat penobatannya sebagai raja Kasultanan Yogyakarta pada 18 Maret 1940 seolah menjadi penanda terbaik bagi kita jika saatnya kembali ke budaya nasional lewat pendidikan budi pekerti yang bijaksana. Pula, kita wajib mencintai kuliner dalam negeri. Dan di Santap Jogja lah salah satu contoh terbaik kuliner Jogja ditampilkan pada Santap Mania.Ayo jangan sampai kita kalah dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Santap Mania! Cintai kuliner dalam negeri, kuliner Jogja, dan bangkitkan budaya bangsa!
Kraton6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>