«

»

SOTO UWUH KRANGGAN: Soto Sampah Merakyat yang Memikat

Sumber gambar: panduanwisata.com

Sumber gambar: panduanwisata.com

Uwuh berarti sampah. Ada apa gerangan hingga sebuah soto diberi embelan sampah? Apakah warung yang menjualnya di dekat tempat sampah? Lalu kenapa bisa Soto Uwuh terkenal akan kelezatan dan kegurihannya? Cerita rahasianya ada di artikel ini!

Pemilik Warung Soto Uwuh bernama Nanang yang mewarisi usaha kakeknya Ngadimin yang merintisnya sejak 1979. Sebelumnya, warung sederhana itu menyajikan santapan lain seperti nasi rames, nasi lodeh, dan rupa lain. Namun orang kepincut dengan soto racikan Pak Ngadimin yang berbahan dasar lemak sapi atau gajih yang biasanya dibuang dan bertabur kecambah yang saat panas bercitarasa hebat yang mencucurkan keringat. Penyajian yang awut awutan menjadikan soto ini terkenal sebagai sampah.

Santap Mania bisa menyambangi warung soto ini di Jalan Pakuningratan, Kranggan. Di sini, sejarah soto yang bernama asli Soto Simak ini tercatat jelas. Sebutan lainnya ialah soto setan, soto sumuk atau berkeringat, dan soto becak. Namun soto sampah yang berkesan buruk akan justru lebih populer dan jadi rezeki melimpah.

Jika Santap Mania tertarik menikmati soto sampah, sila meluncur ke lokasi tanpa banyak mengeluarkan fulus. Di warung 24 jam ini, kita akan mendapatkan nasi, kol, tauge, dan gajih yang segar berkat resep temurun tradisional hanya dengan empat ribu rupiah. Cara penyajiannya cukup unik tidak dengan mangkuk tapi piring. Semua kalangan terutama mahasiswa menggemari soto sampah yang merakyat ini. Mau ikut serta mencicipinya?

Salam wisata kuliner Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>