«

»

SOTO PITHES MBOK GALAK: Kena Semprot Pedagangnya Justru Ketiban Rezeki atau Jodoh?

soto-pithes

 

Cobalah Santap Mania blusukan atau melakukan petualangan kecil ke Pasar Beringharjo saat subuh sekira jam tiga sampai lima. Ketika mata mata terpejam, para penggemar tidur menarik selimutnya karena dingin menusuk tulang, ada tangan tangan dan kaki kaki tangguh yang menyambut pagi dan memulai hidup di pasar rakyat ini. Mereka menjemput mimpi dengan mempersiapkan dagangan seperti sayur mayur, kebutuhan rumah tangga, untuk beberapa jam lagi warga Jogja membelinya. Inilah urat nadi kehidupan Jogja yang tak akan pernah lekang oleh zaman bernama Pasar Beringharjo.

Redaksi Santap Jogja selalu menggemari kesibukan subuh hari pedangang di Pasar Beringharjo. Mengabadikannya lewat potret, menuliskannya di kanvas dan seringnya buku catatan, tampak jelas di sini gairah hidup yang menyala nyala berasal untuk menyebar ke seluruh penjuru Kota Jogja. Perasaan haru, bahagia, dan semangat yang terpantik menyatu dalam suasana Jogja dan pasarnya yang memang layak dirindukan kapanpun, di manapun, dan oleh siapapun.

KULINER DALAM PASAR BERINGHARJO

Pagi menjelang dengan sinar mentarinya yang memancarkan gelombang cinta pada semua insan. Jogja mulai menggeliat yang kini tak hanya para pedagang yang mendenyutkan pasar melainkan para pembeli yang seperti lebah mendengungkan diri. Redaksi terus memantau dan mencermati setiap detail keelokan kegiatan manusia di sini.

Timbul rasa lapar yang menyeruak dan perut melolongkan dirinya. Tak ingin perut bergejolak bahkan maag menyambangi, redaksi mencari cari menu sarapan yang bisa jadi pembuka pagi ini. Lorong lorong pasar yang mengasyikkan akhirnya mengantarkan redaksi di sebuah warung soto di Los Timur dekat penjual jejamuan. Namanya, Soto Pithes Mbok Galak.

Warung milik Bu Sutri Riwet, yang berperangai galak dengangaris wajahnya yang tegas, ini sudah ramai oleh pengunjung. Batin redaksi, mungkin nama warung ini disebut “pithes”, dalam bahasa Jawa berarti membunuh dengan dua kuku jempol saling beradu, diberikan karena si ibu penjualnya dengan sangar akan membinasakan kita. Namun itu ada rahasianya!

Apa yang melatarbelakangi soto ini disebut Pithes?

Ternyata, soto berkuah segar panas yang mengepulkan asap beraroma sedap ini diberikan beberapa butir cabe merah, jumlahnya disesuaikan dari permintaan pembeli, dengan dipithes. Inilah yang jadi cikal bakal nama warung ini.

“Pinten lomboke, Mas? Berapa butir cabenya, Mas?” tanya Bu Sutri pada para pelanggannya.

Setelah redaksi Santap Jogja mengucurkan kecap dan jeruk nipis, salah satu kuliner Jogja andalan ini kami rasai dan memang segar kuahnya yang nyata sekali bumbu rempahnya. Ditambah lagi lauk keripik dan peyek jelas sudah petualangan di Pasar Beringharjo berubah luar biasa.

Jangan lupa mencicipi wedang kolang kaling yang sudah terkenal karena kesegarannya. Hangat atau dingin sama sama nikmat. Bagaimana dengan harganya? Pasti sangat terjangkau kantong Santap Mania karena soto pithes Mbok Galak adalah kuliner rakyat.

Pastikan Santap Mania tak melewatkan petualangan subuh di Pasar Beringharjo dan perburuan kuliner Jogja di sini. Santap Mania nanti akan bertemu dengan Bu Sutri yang berdandan moncer dengan perhiasan yang ia kenalan sangat banyak. Berdoalah jika Bu Sutri menyemprot Santap Mania. Konon, siapa yang ia marahi akan mendapat rezeki atau jodoh. Percaya tidak?

Salam wisata kuliner Jogja!

 
Sumber gambar: http://fery.files.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>