«

»

SOTO “DJIANCUK” BANTUL: Benarkah Saat Menyantap Kuliner Jos Ini akan Ke luar Kata Umpatan Kasar dari Mulut Anda?

soto-cuk1_20150519_181553Awal mula mendengar salah satu awak redaksi SantapJogja.com merekomendasikan Soto Djiancuk, seluruh tim saling berpandangan seolah tak percaya. Dari kata “jancuk”, yang merupakan umpatan kasar khas Jawa Timuran, sudah tidak menancap di hati. Jangan jangan, sotonya tidak enak. Atau, tersembul pemikiran jika Soto Djiancuk hanya akan bikin kita kesal oleh rasanya yang tidak oke banget.

‘Sepanjang makan sotonya, kita akan bilang “jancuk, jancuk, jancuk” melulu!’ kata salah satu awak redaksi.

Seakan terhipnotis bercampur rasa penasaran yang sudah sampai ubun ubun, redaksi SantapJogja.com memutuskan untuk meluncur ke spot kuliner Jogja ini. Kalau tidak enak, yang mempromosikan Soto Djiancuk akan mentraktir seluruh kru.

JANCUK BENAR! JANCUK SEKALI ….

Sepanjang perjalanan menuju lokasi perkulineran Soto Djiancuk di Jalan PGRI 2 No. 59, Kasihan, Bantul, seluruh redaksi semakin penasaran karena kabarnya tempat makannya unik. Nyeni banget. Ditambah penjualnya yang eksentrik, tak sabar lagi untuk sampai ke sana. Tak ayal karena gemas, beberapa anggota redaksi menggumam dengan kata umpatan jancuk. Eit, ngomong ngomong, jancuk tidak hanya berkonotasi negatip. Jika tali pertemanan sangat akrab, ungkapan jancuk juga menandakan kuatnya persahabatan. Lebih percaya yang mana, Santap Mania?

Akhirnya sampai di TKP, Tempat Kejadian Perkulineran. Warung Soto Djiancuk sudah di depan mata. Kepala yang pening akibat perjalanan yang lumayan jauh terbayar sudah dengan warung soto yang membuat penasaran seluruh isi kantor. Wah, jancuk tenan!

Parkir di depan warung yang luas, aura kenyelenehan sudah terasa yang menyihir redaksi untuk segera masuk. Warung ini seperti menyimpan ke-magis-an yang menggelitik. Tak salah jika punya pikiran seperti itu tadi. Bagian dalam ruang makan yang didesain  berupa pasangan batu bata, bambu, dan gelondongan kayu ini dipenuhi oleh ornamen seni yang unik. Kesan Jawa tempo doeloe menyeruak karena ingatan redaksi digiring menuju suasana yang tenang sekaligus tak bisa dihilangkan begitu saja. Lihat saja di satu sisi ruangan ada lukisan lukisan ganjil bersanding dengan seikat tongkol jagung kering. Ada pula vespa butut yang terawat kebersihannya bercampur dengan hiasan dinding dengan teko kuno menempel di sana. Keren sekali! Jancuk banget ….

OSwN23

soto4SIAPA PEMILIKNYA, SIH?!

Bu Parjinah bersama suamilah empunya warung soto djiancuk ini. Usianya lewat lima dasawarsa namun masih menampakkan semangat yang luar biasa dalam memanjakan lidah warga Jogja. Sebelum soto terhidang, redaksi SantapJogja.com meluangkan waktu sejenak untuk mengobrol dengan Bu Parjinah. Ia mengatakan jika warung sudah buka sejak 2000. Sudah lima belas tahun, ya? Halo … kemana saja kita kok nggak pernah kemari?

Berbicara tentang kata djiancuk, Bu Partinah sambil tersenyum berujar jika nama ini hanya guyonan belaka atau nama tren untuk menggaet pelanggan. Namun, Bu Partinah tidak lupa tetap mempertahankan rasa dari racikan rahasia menu soto asli Blitar tempat suaminya berasal. Resep sotonya turun temurun dari leluhur di Blitar. Tak sedikitpun ia mengubahnya!

BAGAIMANA DENGAN JANCUKNYA? EH, SOTONYA ….

Ciri khas soto Jawa Timuran yaitu disajikan dengan mangkok kecil. Agar mudah pelanggannya menikmati kelezatan sotonya, bagian bawahnya diberi piring lebar biar tidak kepanasan. Tampak nasi yang atasnya berupa potongan daging sapi, taoge segar, keripik kentang, irisan tomat merah menyala. Kuahnya berwarna cokelat keemasan. Harum uapnya mengundang selera untuk segera membabatnya habis. Segera tancap, Cuk!

Ternyata benar jika saat menyantap soto Djiancuk serta merta berdecak kagum dan kalau tidak tahan godaan akan mengumpat seenak udel. Tapi karena di warung soto ini banyak pelanggan yang membutuhkan ketenangan dalam menikmati soto, akhirnya redaksi hanya bisa terkekeh bersama dan mengacungkan jempol atas rasanya.

Ayo Santap Mania yang pengin bergabung, sila ke TKP Soto Djiancuk di Kasihan deh Lo! Eh, Kasihan Bantul!

Salam wisata kuliner Jogja ….

 
Sumber gambar: tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>