«

»

SAWUT: Singkong, Tradisional, dan Nancep di Lidah!

sawut
Kata penjual sawut singkong di Pasar Beringharjo, Bu Harjo yang sudah berusia tujuh puluh tahun, sawut berasal dari kata ‘ambil cepat’, sahut. Redaksi Santap Jogja kemudian mengobrol banyak tentang salah satu mutiara kuliner Nusantara itu. Sawut singkong.

Berasal dari ketela rebus yang diparut dan diberi pewarna makanan. Rasanya gurih sedikit manis. Parutan kelapanya menambah semarak sawut ini. Anda harus mencobanya.

Bu Harjo sudah berkarya menjual sawut puluhan tahun. Ia berkata sangat menikmati karena dari hasil inilah ia bisa menyekolahkan anak anaknya. Tampak sinar matanya menyorotkan keikhlasan khas penghuni Bumi Nusantara ini.

Redaksi Santap Jogja pun berpikir sekarang waktunya kita melesatkan kembali makanan tradisional milik kita sendiri. Dari sawut, klepon, cethil, apa saja. Salam Santap Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>