«

»

SATE KERE “MBAH MARDI” GODEAN: Kuliner Tumbal Jauh dari Kemiskinan

SATE-KERE1-750x483Sate dan kemiskinan sepertinya dua hal antara langit dan bumi. Air dan minyak. Kutub Utara dan Kutub Selatan. Tidak mungkin bersatu. Tapi, Jogja bisa memadukan sate dan kemiskinan menjadi suguhan kuliner yang cita rasanya luar biasa enak dan murah. Ialah Sate Kere Mbah Mardi di Jalan Godean yang Redaksi Santap Jogja maksud. Sate untuk semua kalangan karena harganya yang terjangkau namun rasanya kalangan borjuis.

Berbeda dari sate kere yang ada di Pasar Beringharjo berupa gajih dari daging sapi, sate kere punya Mbah Mardi berwujud sate sapi kupat sayur. Warga sekitar warung Mbah Mardi selalu berduyun duyun membeli sate kere sampai persediaan habis. Bagaimana sih penampakan sate kere yang pamornya mulai menyebar ke seluruh Jogja?

MORO TRESNO, DATANG LANGSUNG GANDRUNG

Gas pol lah kendaraan Santap Jogja menuji Jalan Kyai Mojo. Ke arah Barat, paculah motor atau mobil hingga sampai Ring Road Barat. Jalan Godean akan segera tampak dan pada kilometer delapan Santap Mania akan menemui warung sate kere Mbah Mardi. Gampang sekali menemukannya!

Warung makannya sederhana dan terkesan ndeso dengan asap membumbung oleh bakaran sate. Harum sate sapi menusuk nusuk hidung sampai badan redaksi gontai ingin segera masuk dan duduk di kursi. Ternyata, di luar perkiraan! Hanya ada satu meja, selebihnya pengunjung diberikan tikar untuk duduk. Namun inilah kekhasan warung Mbah Mardi. Kesan merakyatlah yang masuk ke otak. Tinggal memesan sate kere andalan di sini, nih!

Redaksi sampai di warung Mbah Hardi jam tujuh malam sehingga menemui situasi remang remang. Memang ini disengaja oleh pemilik warung biar romantis jaya. Sebetulnya warung mulai buka jam lima sore. Tapi remang remanglah yang redaksi incar supaya kalau makan banyak tidak diketahui orang lain.

Satu piring kupat sayur dengan tempe berasa pedas segar sudah di depan mata. Ada lima tusuk sate kere yang mengilat warnanya ingin segera redaksi kunyah dan masukkan ke perut yang lapar. Benar sekali, sayurnya nendang banget. Satenya leker bin ajib. Pelan tapi pasti, hidangan lenyap dan redaksi mengacungkan tangan tanda minta tambah. Tanduk kalau orang Jogja bilang. Bukan tanduk menjangan, ya. Enak banget sih, jadi pengin memulai lagi rasa pertama sate kere yang bikin gandrung alias jatuh cinta.

Bukan petualang kuliner jika Santap Mania belum pernah merasai sate kere Mbah Mardi Godean. Ayo, tunjukkan pada dunia dan ajak teman teman menikmati kuliner Jogja top ini!

Salam wisata kuliner Jogja!

 
Sumber gambar: jogjarasa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>