«

»

PAK MURLIDI “BAKMI MBAH MO“: Dari Lahan Kandang Sapi, Kini Singgasana Bakmi Kondang

Murlidi

Pak Murlidi menantu Mbah Mo perintis bakmi terkenal di Bantul menceritakan jika pada hari pertama berjualan bakmi nyaris jualannya tidak laku. Ia tak patah semangat dan mengubah strategi  memperkenalkan bakmi secara gratis pada peronda malam. Lambat laun, berita kelezatan bakmi Mbah Mo menjalar dari mulut ke mulut. Pun warung sederhana Mbah Mo tak hanya warga Bantul menggemarinya bahkan dari Jogja dan luar kota memburunya. Jatuh bangun Pak Mur bersama Mbah Mo dan keluarga merintis, sikap tidak mudah menyerah, ulet, dan setia pada profesinya adalah kunci keberhasilan mereka. Tentunya, sikap pasrah pada Tuhan atas segala usaha  yang telah ia lakukan mengunci seluruh prestasi hingga hati merasa tenang dan tentram.

STRATEGI JITU PEMASARAN

Pak Murlidi berperawakan kurus dengan kulit cokelat gelap. Kumisnya memberikan kesan sangar namun setelah mengobrol dengannya akan tahu jika Pak Mur pribadi yang hangat dan menyenangkan. Pensiunan pegawai negeri yang hanya mengenyam pendidikan SD ini menyimpan sejuta cerita tentang usaha kuliner yang ia bangun. Seperti apa gegap gempita kisahnya?

Siapa pernah menyangka sebuah lahan kandang sapi oleh Pak Mur disulap jadi warung bakmi yang diincar banyak pemburu kuliner Jogja? Pejabat daerah dan negara tercatat pernah singgah di sini. Pak Mur menerapkan strategi pemasaran jitu yang menonjolkan keberadaan warung yang terpelosok dan tidak strategis. Ada puluhan warung bakmi sepanjang jalan menuju warung Mbah Mo namun orang seakan telah terpikat dengan rasa racikan khusus Pak Mur.

Baginya, letak warung yang tidak strategis bukan kendala untuk berbisnis. Dengan cerdas, Pak Mur memanfaatkan rasa penasaran para penikmat kuliner Jogja hingga rela berjauh jauh ria menyambangi warungnya. Ada tiga hal utama yang dibeberkan yaitu ilmu pemasaran sederhana, yaitu:

1. Tak mengenal tempat, Pak Mur selalu menceritakan bakminya. Kelenturan berkomunikasi sangat sangat dibutuhkan hingga orang bersimpati untuk percaya dan datang ke warungnya.

2. Cara memasak bakmi yang satu per satu piring sering membuat jenuh pengunjung. Menyiasati hal ini, Pak Mur meluangkan diri untuk mengobrol dengan mereka. Komunikasi pun lancar yang tak jarang rekan bisnis bertambah.

3. Sadar akan pemantapan merek dagangan, Pak Mur melobi para sopir pejabat. Trik ini ampuh karena para sopir merekomendasikan warung Mbah Mo pada majikannya. Nilai jual warung pun meningkat.

Pak Mur kini punya kesibukan lain sebagai mentor entrepreneurship yang mendapat undangan dari banyak kampus dan instansi untuk membagi ilmu pemasarannya. Usaha Pak Mur sekarang berkembang pesat dengan membuka cabang di Cirebon, Boyolali, Semarang, Tegal, Magelang, Suracya, dan banyak lagi.

Mau mengikuti kesuksesan Pak Mur, Santap Mania? Cukupkah keberanian dan energi keuletan yang kita miliki?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>