«

»

NGURAS ENCEH: Simbol Pertalian Budaya Keraton Jogja dengan Bangsa Lain

Tradisi Nguras Enceh di Makam Raja-raja Imogiri

Tradisi Nguras Enceh di Makam Raja-raja Imogiri

Kerajaan Mataram dari dahulu terkenal sebagai kerajaan yang menjunjung tinggi keharmonisan hubungan antar bangsa. Sampai sekarang, Kraton Jogja terus memupuk toleransi itu yang terasa aura kebersamaannya dengan tepo sliro antar suku dan budaya yang hidup di Jogjakarta.
Bukti sejarah yang sampai saat ini masih diuri uri oleh masyarakat Jogja ialah tradisi Nguras Enceh atau membersihkan empat gentong hadiah dari kerajaan lain untuk Sultan Agung sebagai raja Mataram yang terdapat di Kompleks Makam Raja Raja Girirejo, Imogiri, Sejarah mengatakan jika Sultan Agung ialah raja besar yang berwibawa dan tersohor akrab dengan raja raja lainnya. Uniknya, Sultan Agung tidak pernah mau menerima hadiah dari bangsa lain seperti emas, intan, atau berlian. Sultan hanya meminta enceh atau gentong untuk menyimbolkan hubungan harmonis antar bangsa yang memberkahi kawula Jogja.
PROSESI SARAT MAKNA
Enceh enceh yang dikuras oleh kerabat Keraton Jogja tiap setahun sekali dan jatuh pada Jumat Kliwon bulan Muharram ini berjumlah empat yaitu:

– Enceh Kyai Danumaya dari Kerajaan Palembang
– Enceh Kyai Danumurti dari Kerajaan Aceh
– Enceh Kyai Mendung dari Kerajaan Ngerum, Turki
– Enceh Nyai Siyem dari Kerajaan Siam, Thailand

Tradisi tahunan ini ramai oleh warga yang berharap berkah atau sekadar menyaksikan prosesi pengurasan keempat gentong tersebut. Rangkaian acara yang oleh pemerintah Jogja sebut agenda wisata yang tak boleh dilewatkan ini adalah:
– mengarak siwur atau gayung dengan tangkai kayu dan kepalanya berupa batok kelapa.
– pembukaan acara
– tahlilan, wilujengan, dan doa
– pengalungan untaian bunga ke empat enceh
– pengambilan air oleh abdi dalem berpangkat tumenggung atau ngabehi
– pengambilan air cidukan oleh abdi dalem bersama warga
– pembagian air enceh untuk warga

Pembagian air dari enceh diserbu peziarah

Pembagian air dari enceh diserbu peziarah

Nguras Enceh selalu diserbu oleh warga dan wisatawan karena merupakan tradisi yang unik dan sarat makna karena menunjukkan kebersamaan sekaligus pesta rakyat atas limpahan rezeki di Tanah Jogja. Jika Santap Mania ingin mengikuti prosesi nguras enceh yang tahun ini jatuh pada Jumat Kliwon, 7 November 2014, dapat mengarahkan kendaraan ke kompleks makam raja raja Mataram di Imogiri. Atau jika menggunakan transportasi umum, dari Terminal Giwangan sila memilih bus jurusan Jogja – Panggang atau Jogja – Petoyan.

Jangan lupa di sekitar kompleks makam raja raja Mataram terdapat kuliner Jogja yang ajib untuk mengisi perut Santap Mania usai lebur dalam prosesi Nguras Enceh. Kuliner khas Imogiri yang dapat ditemukan disini antara lain pecel kembang turi, wedang uwuh, atau sedikit jauh bisa mampir ke sate klathak pak Pong.

Salam berwisata di Kota Jogja!

 
Sumber gambar: krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>