«

»

MUSEUM KERETA JOGJA: Desain Artistik, Upacara Pencucian Kereta, dan Ngalap Berkah

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Shortcut mengetahui sejarah dan keadiluhungan masa lampau ialah lewat museum. Museum tak ubahnya sebuah perpustakaan yang di situ terhampar banyak ilmu dan nostalgia tempo doeloe yang sarat akan nilai makna hidup. Belajar lewat museum tak akan membosankan karena banyak hal menarik yang tak dapat kita temui sehari hari.

Tengoklah Museum Kereta Jogja jika Santap Mania sedang berwisata di Kota Budaya ini. Museum yang pembangunannya atas ide Sri Sultan Hamengku Buwono VII ini terletak dalam lingkungan Keraton Jogja bagian Barat Daya Alun Alun Utara, tepatnya di Jalan Rotowijayan. Di sini, Santap Mania beserta keluarga atau rekan akan dimanjakan oleh keindahan desain kereta kencana yang biasa dipakai oleh raja, keluarga, dan kerabat keraton pada hari atau perayaan tertentu. Imajinasi Santap Mania akan berada di sebuah perhelatan besar kerajaan yang agung bukan?

KERETA SARAT MISTIK

Bukan Jogja namanya jika segala sesuatu tanpa makna di dalamnya. Kereta kencana Keraton Jogja juga memiliki semacam nama yang berdaya magis. Masyarakat Jawa kebanyakan masih percaya jika keraton ataupum pusaka kerajaan mempunyai “nyawa” sehingga musti dirawat sehingga langgeng.

Museum Kereta yang berdiri di tanah seluas 14.000 meter persegi ini punya koleksi kereta kereta kerTon yang sampai kini terawat dan menjadi tempat wisata edukatif yang menyenangkan bagi turis lokal maupun mancanegara. Jumlah kereta kencana di sini adalah delapan belas buah dengan kerrta Nyai Jimat yang paling terkenal.

Kereta Kraton Jogja dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
1. Beratap dan beroda dua
Termasuk dalam jenis ini ialah Kereta Kapolitin.
Digunakan sultan untuk rekreasi.

Kereta kapolitin

Kereta Kapolitin

2. Atap terbuka dan beroda empat
Kyai Jongwiyat dan semua kereta yang menggunakan nama Landower.  Digunakan oleh beberapa kelompok terpandang seperti pengawal sultan, rombongan penari kraton, dan komandan prajurit kraton.

Kereta Kyai Jongwiyat

Kereta Kyai Jongwiyat

3. Beratap dan beroda empat
Jenis kereta ini di antaranya Nyai Jimat, Kyai Garudayaksa, dan Kyai Wimanaputra. Dipakai untuk sultan dan keluarganya.

Kereta Kyai Garudayaksa

Kereta Kyai Garudayaksa

Ada kereta khusus yang menarik perhatian redaksi Santap Jogja yaitu Kyai Ratapralaya yang dibuat di Kampung Rotowijayan yang berfungsi sebagai kereta jenazah sultan yang mangkat. Dalam sejarahnya, kereta ini baru dipakai sebanyak dua kali.

MEMANDIKAN KERETA KRATON

Cara merawat kereta kraton terbilang unik yaitu dengan upacara Jamasan yaitu memandikan, memberi “makan” berupa sesaji, dan mendoa doakan semua kereta dan pusaka keraton. Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pertama pada bulan Suro dilangsungkan Jamasan di dua tempat yakni Gedong Pusaka dan Museum Kereta Kraton.

Upacara Jamasan berlangsung khusyuk dan dilakukan hanya oleh abdi dalem yang menjaga museum berjenis kelamin lelaki lengkap dengan surjan dan blangkon. Dalam upacara ini, warga banyak berjubel menyaksikannya sembari menunggu air bekas mencuci kereta dan pusaka untuk mereka bawa pulang. Banyak yang percaya jika air itu mengandung berkah untuk menyuburkan sawah sehingga panen besar, kesehatan, dan pelancar rezeki dan jodoh. Namun semua itu kembali kepada kepercayaan masing masing.

Menarik bukan Museum Kereta Kraton Jogja, Santap Mania? Jangan lupa setelah menikmati keagungan warisan budaya leluhur di museum ini Santap Mania menyantap kuliner Jogja, ya!

Salam wisata kuliner Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>