↑ Return to Legenda Kuliner Jogja

YU DJUM: Pancaran Pesona Sang Ratu Gudeg

Yu Djum

Matanya tak menampakkan lelah. Meski badannya telah menyusut, keriput menyergap kulitnya, rambut yang memutih dan tak utuh menyelimuti kepalanya, legenda kuliner Jogja bernama Yu Djum tak pernah surut semangatnya. Ia tetap sigap bekerja, mempersiapkan daun pisang untuk gudeg anak cucunya yang kini mewarisi usaha gudeg yang telah ia rintis selama enam dekade.

Yu Djum patut menjadi teladan bagi kita semua. Ia merupakan satu sosok elok yang memberi inspirasi jika usaha tekun, pantang menyerah, dibarengi doa tulus akan membuahkan hasil yang menawan. Di Karangasem, rumah sekaligus warung “Gudeg Yu Djum” kali pertama berdiri, Yu Djum memberikan dorongan semangat bagi anak cucu dan karyawannya untuk maju sebagai pengusaha kuliner Jogja.

YU DJUM MUDA

Redaksi Santap Jogja menanyakan sejak kapan Yu Djum memulai berjualan gudeg. Yu Djum tua menceritakan pengalamannya yang berharga menyebut waktu gadis sekira belasan tahun ia berjalan kaki dari Karangasem menuju kawasan keraton dengan berjalan kaki. Bisa dibayangkan jarak yang jauh dengan punggungnya menggendong keranjang berisi jualan gudeg. Waktu itu, daerah UGM masih berupa hutan belantara yang rawan orang jahat. Namun, Yu Djum muda mantap melangkahkan kakinya membantu kedua orang tuanya. Dalam dirinya tersembunyi tekad baja untuk membesarkan usaha kuliner orang tuanya yang kelak berguna bagi keluarga dan masyarakat Jogja pada umumnya.

Niat mulai selalu diuji oleh banyak persoalan yang membesarkan nyali dan semangat Yu Djum. Jualannya di kawasan keraton tak melulu habis dan sering ia pulang dengan gudeg yang banyak. Hari demi hari, Yu Djum tetap memupuk semangatnya untuk maju. Disiplin yang tinggi, kesabaran dan keuletan Yu Djum tunjukkan hingga lambat laun jualan gudegnya maju pesat. Rasa gudeg yang ia tawarkan digemari oleh khalayak ramai dan nama Yu Djum semakin terkenal ke seantero negeri. Itulah buah manis usaha keras yang dibarengi oleh strategi matang dan doa yang tulus.

gudeg yu djum4

Sekarang, Warung Gudeg Jogja memiliki cabang yang sangat banyak. Kita bisa merasakan kelezatannya dan bisa merasai bagaimana cara memasak langsung di dapurnya. Di setiap suap kenikmatan gudeg yang kita makan, ada cerita haru biru tentang sosok Yu Djum yang bersahaja. Bisa saja ia berhenti dan menyerahkan segala urusan usaha ke anak cucunya. Tapi, Yu Djum tidak mau berhenti di situ. Ia berkata jika tetap akan bekerja karena itulah jiwanya.