↑ Return to Legenda Kuliner Jogja

MBOK BEREK: Dari Tangisan Bocah Menjelma Dinasti Ayam Goreng Kremes

Mbok BerekAnda penggemar ayam goreng kremes? Ketagihan rasa ayamnya yang gurih, daging empuk, dan kremesnya yang kriuk? Selayaknya Anda membaca cerita singkat tentang Pelopor atau Dewi Ayam Goreng Kremes. Berterima kasihlah pada beliau.

BOCAH SUKA MEWEK ITU?

Perempuan itu bernama Nini Ronodikromo. Sehari hari ia berjualan ayam goreng di rumahnya yang tak seberapa. Kecil namun mampu jadi hunian bersama suami dan ketujuh anaknya. Nini Ronodikromo terkenal ulet dan sabar menekuni usaha ayam gorengnya. Ia dikenal tetangganya sebagai Nyi Rame karena perangainya yang semanak dengan orang orang di sekitarnya.

Tujuh anaknya yang masih kecil bikin rumah Nyi Rame riuh. Setiap hari ada saja yang terjadi di antara mereka. Sampai, suatu hari dan itu seringkali, anaknya menjerit jerit seperti kesurupan. Istilah Jawanya: Berek berek. Bermula dari tangisan anaknya, berkah itu hadir. Nyi Rame mendapat julukan baru MBOK BEREK. Popularitasnya meroket bersama tenarnya ayam goreng kremes racikannya.
USAHA HEBAT

Ayam goreng kremes Mbok Berek, yang juga dikenal sebagai Ayam Kalasan karena rumahnya di kota kecil itu, sampai sekarang masih lekat di hati penggemarnya. Lidah masyarakat mudah menerima rasa ayamnya yang gurih dan renyah.

Mbok Berek mewariskan resepnya ke anak turunnya. Simak saja Ny. Suharti. Ia generasi ketiga Mbok Berek yang meraup keuntungan luar biasa di bisnis ayam goreng kremes Mbok Berek. Hebat bukan?

Rumah Makan Mbok berek di Yogyakarta tersebar di beberapa tempat:
Jl. Solo (Kalasan), Jl. Magelang km 8, Ringroad Utara sebelah barat UTY, Jl. Pugeran Timur 24.