↑ Return to Legenda Kuliner Jogja

MBAH PAIRO (PELOPOR ANGKRINGAN)

angkringanAngkringan telah menjadi pusat jajan masyarakat yang lintas golongan. Pegawai kantoran, tukang becak, mahasiswa, profesor, duduk bersama memesan sekadar wedang susu jahe dan mengambil nasi bungkus berisi oseng tempe untuk mereka santap bersama. Angkringan ialah hiburan rakyat yang lengkap tempat mengobrol dan merencanakan sesuatu bersama dalam suasana kebersahajaan dan kebersamaan yang lekat.

Jauh ke belakang, waktu zaman Kolonial Belanda, konsep angkringan telah berkembang di masyarakat sebagai penggerak ekonomi warga kelas bawah. Aneka jajanan dan minuman dijajakan berkeliling kampung oleh seorang pedagang dan warga ramai menyambanginya. Dari sinilah angkringan berasal yang berperan besar menyokong kelangsungan hidup para penjualnya.

penjaja-makanan-1910-1940

Sejarah_Angkringan

 

MBAH PAIRO sang PELOPOR
penjual-es-puterjamanbelandaMenjamurnya angkringan di seluruh penjuru negeri ini tak terlepas dari jasa Mbah Pairo. Lelaki ini berasal dari Cawas, Klaten, yang mengembara ke Jogja pada era 50an karena daerahnya yang tandus dan himpitan ekonomi keluarga yang menuntut dirinya ke luar dari kampungnya untuk mencari nafkah. Mulailah Mbah Pairo berjualan makanan dan minuman dengan pikulan di Kawasan Stasiun Tugu. 

Ada yang khas saat Mbah Pairo berkeliling menjual dagangannya yaitu meneriakkan “Ting, ting, hik ….’. Inilah asal muasal kata “Hik” sebutan lain dari angkringan. Banyak pula yang mengatakan jika “Hik” adalah singkatan “Hidangan Istimewa a la Kampung”. Kabar lain pula berucap, hik identik dengan kebiasaan kucing yang jika makan tersedak akan muntah dan berseru “hik, hik, hik ….”. Cerita inilah yang menjadikan angkringan disebut nasi kucing. 

Angkringan

ANGKRINGAN di ERA MODEREN

Sekarang, usaha Mbah Pairo diturunkan pada anaknya Lik Man yang tetap melangsungkannya di depan Stasiun Tugu. Setiap menjelang senja, Lik Man mempersiapkan angkringan gerobaknya dan menanjak malam semakin ramai oleh para pengunjung. Kita bisa menikmati suasana romantis Jogja bersama sobat dan kerabat sembari mengobrol santai.

Beberapa angringan yang tumbuh pesat di Jogjakarta yaitu:

  • Angkringan Kali Code
  • Angkringan Tugu Jogja
  • Angkringan Pak min depan gor UNY (siang)
  • Angkringan PDAM jogja Sleman
  • Angkringan KR
  • Angkringan stadion Mandala

Angkringan kini menjadi bagian dari urat nadi ekonomi bangsa ini. Kafe 3 Ceret, begitu biasa pula disebut, menggerakkan kreativitas masyarakat untuk mandiri dan berkembang. Selayaknya kita memberi apresiasi setinggi tingginya pada Mbah Pairo sang legenda angkringan.

Salam santap kuliner Jogja!