↑ Return to Legenda Kuliner Jogja

BU AMAD BAREK: Perintis Gudeg Selokan Mataram

Cucu Bu Amad dan Karyawan

Awal 1950an merupakan masa terberat Bu Amad. Ia memulai karier di dunia kuliner Jogja ketika UGM tengah membangun Gedung Pusatnya. Ibu Amad mendapat berkah dengan pesanan untuk para kuli proyek di dekat rumahnya. Soto, nasi rames, dan gudeg, ia sediakan untuk membantu kinerja para tukang proyek itu. Takdir pun mengatakan jika inilah jalan rezeki Bu Amad karena gudegnya mendapat animo yang besar. Kata orang orang proyek, gudegnya enak dan cocok di lidah mereka.

Warung gudeg Bu Amad di samping Selokan Mataram depan Kampus Fakultas Peternakan UGM akhirnya mulai menapaki popularitasnya. Resep turun temurun milik Bu Amad diwariskan, diolah dengan tradisional, dan kualitasnya masih tetap dijaga sampai sekarang. Inilah buah ketekunan dan kecermatan menangkap peluang bisnis kuliner. Bu Amad telah memberi contoh bagi kita betapa mencintai profesi sepenuhnya akan berbuah hasil manis.

Salam santap kuliner Jogja!