Legenda Kuliner Jogja

Sejarah_Angkringan

Jogja sekarang sudah sangat berjubel pilihan tempat makan baru dengan segala menu yang ditawarkan. Namun dari sekian banyak desakan pemain baru yang ingin mencicipi manisnya usaha kuliner ini, masih terdapat tempat-tempat makan legendaris yang telah sekian tahun lamanya memanjakan lidah pecinta kuliner Jogja dan tetap menjadi pilihan utama.

Inilah sosok-sosok legenda itu yang akan menginspirasi kita tentang kisah hidup dan perjuangan membesarkan usaha kuliner mereka!

BU AMAD BAREK: Perintis Gudeg Selokan Mataram

Awal 1950an merupakan masa terberat Bu Amad. Ia memulai karier di dunia kuliner Jogja ketika UGM tengah membangun Gedung Pusatnya. Ibu Amad mendapat berkah dengan pesanan untuk para kuli proyek di dekat rumahnya. Soto, nasi rames, dan gudeg, ia sediakan untuk membantu kinerja para tukang proyek itu. Takdir pun mengatakan jika inilah jalan rezeki Bu …

View page »

MBAH PAIRO (PELOPOR ANGKRINGAN)

Angkringan telah menjadi pusat jajan masyarakat yang lintas golongan. Pegawai kantoran, tukang becak, mahasiswa, profesor, duduk bersama memesan sekadar wedang susu jahe dan mengambil nasi bungkus berisi oseng tempe untuk mereka santap bersama. Angkringan ialah hiburan rakyat yang lengkap tempat mengobrol dan merencanakan sesuatu bersama dalam suasana kebersahajaan dan kebersamaan yang lekat. Jauh ke belakang, …

View page »

MBOK BEREK: Dari Tangisan Bocah Menjelma Dinasti Ayam Goreng Kremes

Anda penggemar ayam goreng kremes? Ketagihan rasa ayamnya yang gurih, daging empuk, dan kremesnya yang kriuk? Selayaknya Anda membaca cerita singkat tentang Pelopor atau Dewi Ayam Goreng Kremes. Berterima kasihlah pada beliau. BOCAH SUKA MEWEK ITU? Perempuan itu bernama Nini Ronodikromo. Sehari hari ia berjualan ayam goreng di rumahnya yang tak seberapa. Kecil namun mampu jadi …

View page »

MBOK TUMPUK: Kreator Peyek Tumpuk yang Menggurihkan Jogja

Kali pertama merasakan peyek tumpuk, Redaksi langsung jatuh cinta dengan penganan khas Jogja ini. Bentuknya yang bulat bertumpuk tumpuk aneh dan tak seperti peyek biasa yang pipih, sempat membuat Redaksi Santap Jogja mempertanyakan salah satu kuliner Jogja ini. Namun setelah mencobanya dan berbunyi “kres”, seketika kami memborongnya dua kilo untuk oleh oleh! MBOK TUMPUK yang …

View page »

WIDADI TAHIR KARTO WIJOYO: Trah Soto Kadipiro yang Melegenda

Memasuki warung soto Kadipiro yang bercat hijau, Redaksi Santap Jogja langsung nyaman dengan suasananya. Para peladen meletuskan kalimat sapaan yang khas Jawa lembut dan ramah. Seragam mereka yang rapih dan licin menandakan kesolidan yang tinggi. Mereka satu keluarga dari trah Bapak Widadi Tahir Karto Wijoyo. Pun kami memesan nasi soto yang terkenal keaslian enaknya. Banyak …

View page »

YU DJUM: Pancaran Pesona Sang Ratu Gudeg

Matanya tak menampakkan lelah. Meski badannya telah menyusut, keriput menyergap kulitnya, rambut yang memutih dan tak utuh menyelimuti kepalanya, legenda kuliner Jogja bernama Yu Djum tak pernah surut semangatnya. Ia tetap sigap bekerja, mempersiapkan daun pisang untuk gudeg anak cucunya yang kini mewarisi usaha gudeg yang telah ia rintis selama enam dekade. Yu Djum patut …

View page »