«

»

JADAH MANTEN: Jajanan Favorit Sultan Hamengku Buwono VII

jadah

Dahulu makanan tradisional ini bersifat rahasia dan hanya pihak Keraton Kasultanan Jogja yang boleh menyantapnya. Sri Sultan HB VII pun menggemarinya karena rasanya yang nikmat dan mencitrakan rasa bangsawan. Namun sekarang kudapan ini sudah bisa dinikmati siapa saja dari kalangan manapun sehingga menjadi makanan khas Jogja.

MENGAPA DISEBUT JADAH MANTEN?

Biasanya jajanan ini menjadi bagian dari barang seserahan pengantin pria saat bertemu dengan pengantin wanita. Ini dimaksudkan agar kedua pengantin menjadi lengket seperti halnya sifat dari jadah yang jika dipegang akan menempel di tangan.

Jadah manten biasanya diisi dengan daging ayam atau sapi dan dimasak dengan dibakar atau dipanggang di atas api. Aroma yang keluar dari bakaran jadah ini sangat harum menggoda.

Penasaran dengan kelengketannya dan rasanya yang nikmat? Jajanan ini dapat mudah diperoleh di pasar Ramadan Kauman atau kampung Ramadan Jogokariyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>