«

»

GUDEG DJUMINTEN: Resep 3 Generasi Kegemaran Presiden Soekarno

Gudeg Basah Juminten Sumber gambar: ceremende.blogspot.com

Gudeg Basah Juminten

Mudik tahun ini sangat berkesan karena proses pemilihan presiden sudah tuntas dan aman. Presiden baru telah terpilih dan marilah Santap Mania sekalian menciptakan suasana tenang agar kehidupan kembali lancar dan tentunya hobi berburu kuliner Jogja kita semakin terasah dengan rapih.

Kisah kuliner apa lagi yang berhasil redaksi Santap Jogja dapat dan bisa dibagi pada seluruh rekan di Tanah Air yang kebetulan mampir di kota pelajar ini?

Gudeg Djuminten ialah singgasana kuliner yang wajib masuk dalam rencana eksplorasi kuliner Santap Mania di Jogja. Warung ini berusia lebih dari 80 tahun yang menunjukkan jika keberadaannya telah menyemarakkan khasanah cita rasa kuliner Jogja. Sekarang, pengelola warung ini adalah cucu Bu Djuminten yaitu Pak Agung.

Sumber gambar: kotajogja.com

Sumber gambar: kotajogja.com

SUASANA ASRI dan MENYENANGKAN

Tulisan beraksara Jawa “Sugeng Rawuh” atau Selamat Datang tertempel jelas di dinding ruangan yang bersih dengan meja dan kursi tertata rapih. Tampak pula lukisan menara Eiffel dan foto Bu Djuminten di sisi dinding lain. Ruangan bercat hijau muda ini bercitarasa Jawa tempo doeloe yang anggun dan menentramkan.

Lokasi warung gudeg ini Jalan Asem Gede 14, Kawasan Kranggan. Setiap saat, warung ramai oleh kunjungan para pecandu kuliner Jogja. Masuk ruangan, para pelayan langsung menyapa ramah dan menawarkan daftar menu untuk Santap Mania pilih. Pilihlah nasi gudeg lengkap suwiran ayam dan telur. Rasanya dijamin luar biasa!

Gudeg yang ditawarkan warung Djuminten yang buka dari jam 7 pagi sampai 9 malam ini berupa gudeg basah. Berbeda dari gudeg kering yang ditawarkan banyak penjual gudeg, gudeg basah Djuminten punya kekhasan yaitu:

Pakai areh. Gudeg kering tidak.

Areh semacam kuah santan kental murni, sedangkan gudeg kering memakai blondo.

Rasa yang melekat pada gideg Djuminten ialah kelegitannya yang tidak bikin eneg. Jadi siapa saja bisa menikmati menu khas Jogja yang manis ini. Selain itu, Santap Mania bisa membawa oleh oleh berupa gudeg kendil dengan lauknya masuk semua dan bertahan lama meski tanpa pengawet.

Melengkapi nasi gudeg basah Djuminten, minuman khas beras kencur mengunci citaras dalam lidah Santap Mania. Minuman ini punya khasiat menyegarkan tubuh sehingga keringat mengucur deras.

Gudeg Djuminten menjadi favorit Presiden Soekarno, Megawati, dan Puan Maharani. Jadi, menikmatinya seakan Santap Mania punya kedekatan darah dengan Trah Soekarno. Mau mencoba kelezatan gudeg basah Djuminten?

Salam wisata kuliner Jogja!

 
Sumber gambar: ceremende.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>