«

»

BU TINI: Berawal Dari Tenggok yang Kini Telah Berbuah Manis

Bu Tini (Ayam Goreng Bacem)

Bu Tini
(Ayam Goreng Bacem)

Kesederhanaan tampak lekat dalam diri Bu Sutini Hadisusanto atau lebih dikenal dengan Bu Tini Ayam Bacem. Usianya yang kini telah lebih dati tujuh puluh tahun tak begitu terlihat dari rautnya justru ketenangan dan kematanganlah yang ke luar dari auranya. Redaksi Santap Jogja kali ini mengulik sepenggal perjalanan hidup Bu Tini yang merintis usaha ayam bacemnya sedari muda, berjibaku dengan kerasnya dunia kuliner Jogja, dan kini membuahkan hasil membanggakan yang patut Santap Mania ketahui.

45 TAHUN MENGABDI

1967 tonggak Bu Tini membuat fondasi usaha kulinernya. Berawal dari menjual ayam bacem di Pasar Beringharjo, Bu Tini menjajakan dengan tenggok atau semacam keranjang bambu, duduk menawarkan ayamnya, sembari bercanda riang dengan sesama penjual. Hari demi hari ia lalui secara ikhlas dan terus bermimpi jika kelak suatu masa usahanya akan meningkat dan berguna bagi keluarnya.

Mimpi besar tentu akan berhadapan dengan realita yang ada. Selalu ada saja hal yang akan menguji kebesaran hati, keteguhan jiwa, dan kesabaran ekstra untuk mencapai tujuan manis. Pun Bu Tini menemui berbagai kendala yang nyaris melemahkan mimpinya karena tak setiap hati dagangannya terjual habis. Lambat laun, usahanya mengalami perkembangan menonjol dan 1979 Bu Tini membuka warung di Jalan Ahmad Dahlan. Penikmat ayam bacemnya semakin bertambah hingga putusan pindah warung ke Jalan Gadjah Mada Bu Tini lakukan. Penggemarnya terus setia dan membuntuti racikan Bu Tini ini. Rasa memang tak pernah bohong.

Baru pada 2000, Bu Tini membeli sebidang tanah di dekat Bioskop Permata yang sampai sekarang jadi markas ayam bacem yang kini omsetnya sangat luar biasa. Penikmatnya tak cuma warga Jogja namun sudah lintas provinsi. Sudah bisa terbayang betapa nyam nyam ayam bacem ini bukan, Santap Mania?

RASA yang TERJAGA

Bu Tini dibantu anak sulungnya Kismarwati mempekerjakan dua puluh orang di rumahnya dan dua puluh tiga karyawan di warung makan untuk mengolah dan menyajikan ayam bacem buat para penggemar kuliner Jogja ini. Dapur sudah sibuk sejak pukul lima subuh dengan aktivitas rutin memotong ayam umbaran dan merebusnya dengan bumbu bacem rahasia. Sepuluh tungku arang disiapkan sehingga menambah citarasa ayam bacem. Bu Tini dan anak sulungnya memastikan rasa ayam bacem tak berubah dengan mengontrol setiap hari.

Di warung makan tak kalah sibuk karena para karyawan selain melayani pemburi kuliner yang menyantap di lokasi juga mengepak kardus berisi nasi, ayam bacem, lalap, dan sambal, untuk para pemesan yang kebanyakan instansi dan tamu hotel betbintang di Jogja. Lidah para penikmat ayam bacem cocok. Selain itu, ayam bacem Bu Tini tahan selama 2 hari tanpa dimasukkan kulkas. Jika disimpan dalam kulkas, keawetan ayam bacem lebih lama. Inilah yang jadi kunci kesuksesan ayam bacem Bu Tini.

Bu Tini kini menikmati masa tuanya bersama cucu cucunya dan mendorong anak anaknya meneruskan usaha kuliner keluarga mereka bersama karyawannya. Meski sudah sukses, kini ia terjun pula ke dunia perhotelan, dengan membangun Hotel Respati Kasih di Jalan Sosrokusuman dengan tingkat hunian yang menguntungkan, Bu Tini tetap bersahaja dalam kesederhanaanya. Salut buat Bu Tini.

Santap Mania bisa menikmati Ayam Bacem Bu Tini di Jalan Sultan Agung No. 17. Atau bisa juga memesan lewat telepon di (0274) 543670 atau 7490233. Salam wisata kuliner Jogja!

Sumber gambar: tembi.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>